Info Berita dan Pemasangan Iklan

Info Berita dan Pemasangan Iklan Hubungi : 0812 7296 12 11 (WA) Instagram : beritasumsel_com (DM)

Kisah Andre Agasi, Siswa Pintar dari Negeri Laskar Pelangi

BERITA-SUMSEL.COM, Palembang - Sekilas nama Andre Agasi, orang cukup mengenalnya sebagai petenis legendaris dari Amerika Serikat. Namun, Andre Agasi yang ada di sini ialah sesosok anak muda,  anak seorang nelayan di kabupaten Bangka Selatan yang penuh semangat untuk menggapai cita-citanya. Nama Andre Agasi ini merupakan salah satu peserta SNMPTN 2018 yang lulus pada pilihan pertama pada Pendidikan Fisika Universitas Sriwijaya, namun sayangnya ia tidak masuk melalui jalur Bidik Misi.

Kisahnya sempat luput dari pemberitaan media, namun BERITA-SUMSEL.COM mendapatkannya secara ekslusif dari seorang gurunya berinisial D-S yang tengah mudik ke kota Palembang. Ia menceritakan bahwa Andre Agasi, anak dari Isun (ayah) dayang (ibu) ini sebelumnya tinggal di Bangka Selatan, kabupaten terujung di pulau bangka. Demi membantu ayahnya yang hanya seorang nelayan, ia merantau ke pangkalpinang untuk bersekolah di MAN Model Pangkalpinang.

Kehidupannya di kota bermula di sini, selama ia bersekolah di MAN Model Pangkalpinang ia tinggal di ruang osis alakadarnya. Segala biaya selama ia bersekolah benar-benar ia perjuangkan dengan gigih. Apalagi pihak sekolah menjanjikan memberikan uang pembinaan sebesar 600 ribu rupiah untuk juara kelas dan 1 juta rupiah untuk juara umum. Tenyata, karena kegigihannya itu selama tiga tahun bertahun berturut-turut ia berhasil mendapatkan juara kelas sekaligus juara umum. Biaya sekolahnya pun dapat terbayarkan melalui uang pembinaan yang ia dapatkan itu.

Bahkan tak hanya prestasi akademik, Andre Agasi juga penuh prestasi selama menimba ilmu di MAN Model Pangkalpinang. Ia menjuarai lomba MTQ, lomba pidato, lomba debat dan sejumlah lomba-lomba lainnya, baik itu tingkat kota Pangkalpinang maupun tingkat provinsi kepulauan Bangka Belitung.

Saat Ujian SNMPTN 2018 yang lalu ia pun lulus pada pilihan pertama pada Pendidikan Fisika Universitas Sriwijaya. Namun permasalahan baru muncul di sini, Andre Agasi bukan terdaftar melalui Jalur Bidik Misi. Sementara, pihak sekolah menyangka jalur Bidik Misi yang dapat bantuan dana bagi mahasiswa kurang mampu dapat diurus setelah kelulusan ternyata harus diurus sebelum pendaftaran SNMPTN.

Andre Agasi pun mulai kebingungan dan sempat mengurungkan niatnya untuk daftar ulang SNMPTN. Namun pihak sekolah mencoba menguatkan, bahkan guru-guru berinisiatif memberikan sumbangan kepada Andre Agasi untuk mencarikan ongkos ke Palembang dan terkumpul uang sebesar 1 juta rupiah. Andre pun akhirnya berangkat bersama ayahnya ke Palembang.

Hingga saat ini Andre masih bingung bagaimana kehidupannya saat kuliah mulai agustus 2018 nanti.  Semoga ada jalan bagi Andre Agasi kedepannya. Aamiin YRA (*)
Tempat tinggal orangtua Andre Agasi di Desa batu betumpang Kecamatan Pulau besar Kabupaten Bangka Selatan





7 komentar:

  1. Semoga dipermudah bagi Andre untuk kuliah.. Aamiin

    BalasHapus
  2. اللهم سهل أموره فى كل حال

    BalasHapus
  3. Maaf, apakah penulis artikel ini memiliki nomer telfon atau email andre, agar bisa saya bantu cari donatur? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya punya pak
      Ini wa andre +6285267265627

      Hapus
  4. Semoga dipermudah segala urusan dan selalu dalam lindungan Allah Swt..

    BalasHapus
  5. Semangat ya kawan pasti akan ada jalan kok dari Tuhan tetap berdoa yaaa sukses selalu untukmu

    BalasHapus
  6. InsyaAllah adek Ande Agasi tak dibiarkan sendiri.
    Kalau bisa apa kebutuhan mendesak diposting di WA atau FB

    BalasHapus